Ide-ide Kecil untuk MPI yang Belum Tertuntaskan




Sabtu, 24 Agustus 2019

Kadang saya sering kepikiran ide-ide saya sendiri, yang urung terealisasi, termasuk ide untuk Majelis Pustaka dan Informasi PDM Kabupaten Blitar.

Kenapa kepikiran? Sebab kemungkinan program itu bisa dijalankan. Artinya bukan program yang berada di awang-awang. Saya sendiri optimis bisa menjalankannya, meski dengan beberapa kemungkinan.

Waktu Pak Imam Prihadiyoko, Pemred menara62.com akan berkunjung ke Blitar, maka saya sampaikan ke pengurus MPI, dan responnya sangat positif. Respon PDM pun juga positif. Proposal disetujui dengan cepat.

Ini sangat menggembirakan. Meskipun persiapan acara persis hanya 5 hari. Dalam 5 hari itu rapat terus tiap malam, nonstop.

Setelah proposal disetujui ketua PDM, lantas rapat perdana dilakukan Ahad malamnya di rumah Pak Taufik Hidayat, Wakil ketua PDM yang membawahi MPI, di Bendowulung, Sanankulon.

Rapat perdana sampai jam 11 malam, dengan mata yang terkantuk-kantuk karena baru ada acara seharian.

Saya kepikiran workshop di MBT Garum 2017 silam, yang tidak berhasil membentuk tim redaksi. Juga beberapa wawancara sebagai bahan penulisan sejarah Muhammadiyah Kabupaten Blitar.

Juga terbayang wajah Pak ketua PDM yang selalu antusias dan serius menanggapi setiap obrolan dari kami. Lantas ada rasa bersalah ketika sepersekian menit waktu yang kami habiskan untuk berbincang itu, akhirnya menguap begitu saja, tanpa realisasi yang baik.

Semua memang serba tak terduga. Saya dan Pak Bukhari motoran dari Blitar ke Jogja untuk menghadiri acara MPI PP Muhammadiyah, kami satu meja dengan Pak Imam Prihadiyoko saat makan malam, lalu berlanjut pada acara kemaren.



Menariknya, Pak Imam menawari subdomain untuk Blitar di menara62.com. Ini akan sangat efisien, mengingat betapa besar modal yang dibutuhkan untuk membuat website sendiri, apalagi sebagus menara62.

Hanya, tim redaksi harus dibentuk. Setidaknya ada kontributor tiap AUM, Ortom, dan juga PCM. Mungkin belum bisa maksimal, namun harus dimulai.

Termasuk draft penulisan sejarah Muhammadiyah Kabupaten Blitar, yang sudah disusun jauh-jauh hari, dan rencana menjadi kado pada Musyawarah Daerah PDM Kabupaten Blitar.

Dua program itu yang saat ini jelas bisa dijalankan, terlihat mata, dan mungkin mendesak. Sebab keduanya butuh energi yang cukup, terutama energi waktu dan intelektual. []

Warung Joglo
Ahmad Fahrizal Aziz
Just-fahri.blogspot.com



0 Komentar

Cari tulisan berdasar topik