Cari tulisan berdasar topik

Sabtu, 26 Oktober 2019

Dari Literasi, Mengajarkan Cinta Lingkungan



Ada ruangan khusus yang dijadikan perpustakaan di rumah Pak Sukarni, atau yang akrab disapa Cak Ni, di dusun Gentor, desa Candirejo, Ponggok, Kabupaten Blitar. Hari itu juga sedang ada kegiatan belajar mengarang bersama anak-anak.

Sejak 2012, Cak Ni memang dikenal sebagai pegiat literasi, terutama melalui Rumah Bacanya, Kedai Ilmu Harmoni (KIH), juga melalui aktivitasnya bersama motor plat merah yang membawa obrok berisi buku-buku.

Cak Ni sangat lekat dengan buku-buku, meski ia sendiri merasa "tersesat" di dunia literasi.

"Basic saya orang lingkungan mas, jadi di dunia buku ini sebenarnya tersesat," guraunya.

Namun hal itu tetap dijadikannya sarana untuk mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, terutama kepada anak-anak. Generasi yang menurutnya masih bisa dibenahi.

Pagi itu (20/10) sedang ada pelatihan mengarang, suatu kegiatan rangkaian dari kemah literasi yang akan dilaksanakan minggu depannya. Hasil karya dari pelatihan itu akan dijadikan "tiket" untuk bisa mengikuti acara kemah literasi.


Kemah literasi nantinya, selain diisi pemutaran film dan dongeng, juga akan diajarkan bagaimana mencintai lingkungan. Terutama terkait pengelolaan sampah.

Cak Ni dan Istrinya memang kerap sedih melihat sampah-sampah berserakan, juga sangat sedih melihat sungai sekitar rumah tercemari limbah rumah tangga.

Mulai dari sampah plastik hingga pampers bisa kita temui di hilir sungai, yang itu menunjukkan betapa rendahnya kesadaran masyarakat akan lingkungan. Sebab itu pentingnya pendidikan lingkungan, terutama sejak masih anak-anak.

Pengalamannya bergiat dalam bidang lingkungan, terutama dalam klub Indonesia Hijau, membuatnya tergerak untuk menyulap rumahnya menjadi tempat belajar.

Selain memiliki perpustakaan yang terbuka bagi masyarakat sekitar, di tempat itupula Cak Ni dan Istrinya memberikan wawasan lingkungan. Program itu dikemas dengan konsep yang asyik, seperti misalnya dengan mengadakan kemah literasi di akhir pekan. []


Penulis : Ahmad Fahrizal Aziz
Foto : M. Candra Setyawan

Komunitas Muara Baca
loading...