Wisata Batin dan Pikiran



Jumat, 3 Januari 2020

Tujuan berwisata adalah penyegaran batin dan pikiran.

Murid-murid sekolah memiliki program darma wisata. Ada selipan kata "darma" di antara Wisata. Artinya, ada proses pendidikan di antara kunjungan ke tempat wisata tersebut. 

Ada sesuatu yang ingin dihasilkan : kesegaran pikiran karena mengunjungi tempat-tempat baru, penambahan wawasan, juga kedamaian batin.

Kata darma wisata itu menjadi pembeda. Darma yang berarti kewajiban, dan atau kebenaran. Sebuah kata dengan makna yang dalam dari bahasa Sansekerta.

Artinya, piknik ke Borobudur tidak hanya menghasilkan foto-foto, snap dan unggahan di sosial media. Namun juga "piknik" ke masa lalu : memahami sejarahnya, makna di balik tingkatan tangga yang ada, cerita yang tertuang dalam relief dan sebagainya.

Tidak hanya fisik yang menjejakkan kaki di tempat wisata, namun batin dan pikiran juga diisi.

Ada pengalaman baru, pengetahuan baru, dan perspektif baru dalam hidup.

Kunjungan ke pantai, menyegarkan pandangan, mendengar desir ombak bersahutan, warna biru yang menghampar, juga keterbatasan mata menjangkaunya.



Ada suatu ketenangan batin, kenyamanan, kedamaian, juga kesadaran ; bahwa pantai yang indah tidak saja menghasilkan keindahan dan sumber makanan, namun juga bisa menelan umat manusia, menggulungnya, menghempaskan apapun yang ada di daratan.

Di puncak ketinggian pun juga begitu. Ada keindahan terhampar, aneka bentuk awan, desir angin yang kencang, gunung-gunung berkabut, hawa dingin nan sejuk, dan kedamaian batin lainnya setelah bersusah payah mendakinya.

Karena itu berwisata bisa beragam cara, selama mampu menyentuh dua sisi itu. Tidak perlu ke tempat yang berlabel "tempat wisata".

Kadang, menghadiri pengajian dan dzikir akbar juga bentuk wisata. Pergi ke perpustakaan, membaca buku dan mendapatkan perspektif baru, adalah bentuk wisata.

Perjalanan ke suatu tempat, sekalipun bukan untuk berwisata, juga adalah bentuk wisata. Intinya, ketika batin dan pikiran tersentuh, dan lebih segar setelahnya, itulah rekreasi atau piknik.

Ada re (penyegaran) untuk kreasi. Agar lebih kreatif dan produktif dalam hidup, dengan pengalaman fisik, pengetahuan, perspektif, dan suasana batin yang lebih lapang.

Selamat berwisata, atau rekreasi, atau piknik.

Kedai Telkom
Ahmad Fahrizal Aziz

0 Komentar

Cari tulisan berdasar topik