Cari tulisan berdasar topik

Kamis, 06 Februari 2020

Pasar Malam Di antara Gemerlapnya Jalanan


Rabu, 5 Februari 2020

Pasar malam selalu dinantikan, dulu. Kini? entahlah. 

Kemaren ketika melewati lapangan Kademangan, ada pasar malam. Sepi. Parkirnya pun juga sepi. Biasanya sampai tumpah di jalanan dan menyebabkan macet.

Dulu, pasar malam selalu dinanti. Saya dan beberapa teman akan menyusun rencana, bahkan kalau perlu menabung dulu, agar bisa pergi ke pasar malam.

Di sana banyak wahana menarik, yang paling menantang tentu saja Jinontro/bianglala. Namun saya lebih suka bermain lempar gelang, yang hadiahnya sebotol minuman bersoda itu.

Jajanan lainnya yang mengundang selera adalah donat dan terang bulan, yang mesesnya nampak menggoda, baunya juga sedap, terutama bau merteganya.

Bahagia rasanya melihat lapangan desa disulap jadi pasar dadakan, yang hanya seminggu, dengan wahana-wahana yang khas pasar malam.

Kini mungkin tak lagi begitu, saya pun juga sudah merasa biasa. Sekalipun berupaya untuk nostalgia, tetap tak menemukan rasanya.

Wahana-wahana pasar malam sudah kalah dengan wahana yang ditawarkan tempat wisata modern. Bahkan mereka buka tiap hari, tidak perlu menanti momentum seperti pasar malam.

Lapak jual beli yang dulu hanya ada di pasar malam, kini sudah bisa ditemui di sepanjang jalan, bahkan lebih bervariasi.

Apalagi yang dinantikan pasar malam? Nyaris tak ada. Selain suasananya, dan kenangannya.

Kini bermacam hiburan sudah ada, jarak waktunya pun berdekatan, sampai kadang bosan.

Juga hiburan dari gawai masing-masing, yang menyita sebagian besar waktu kita.

Pasar malam menjadi menarik, karena dulu pasar hanya buka pagi hari, maksimal siang. Malamnya orang-orang pada gabut. Kehadiran pasar malam jadi hiburan tiada tanding.

Kini malam hari pun sudah ramai, bahkan semakin ramai. Sudah ada mall, kafe, alun-alun, pendopo.

Barat stasiun kota Blitar kini juga disulap jadi ruko-ruko, tempat makan, kafe, yang berdekatan dengan rel kereta api.

Juga ada Jinontro. Dulu Jinontro hanya milik pasar malam. Kini ada di pusat kota, bahkan lebih bagus. []

Kedai Telkom
Ahmad Fahrizal Aziz
www.muara-baca.or.id