Buka Warung di Era Ojek Online


Ahad, 5 Januari 2020

Jika ingin buka warung makan, lokasinya harus strategis, harus dekat lalu lalang banyak orang. Bahkan kalau bisa di pinggir jalan raya.

Sekarang mungkin ada tambahannya, harus sudah terdeteksi di google maps, bahkan wajib terdaftar di list aplikasi ojek online untuk layanan pesan antar.

Bahkan, barangkali tempat tak lagi jadi pertimbangan. Karena pemesan cukup melihat dari jarak terdekat mereka berada, atau jarak yang realistis antara harga makanan dan biaya antar.

Ya, inilah era ojek online, yang sungguh luar biasa merubah pola hidup kita, ke arah yang sebenarnya lebih efisien.

Jasa ojek yang dulu kita kenal untuk mengangkut orang, kini bisa berfungsi macam-macam : pesan antar makanan, dokumen, barang, dan lain sebagainya.

Lewat sebuah aplikasi khusus yang dijalankan dengan bantuan gawai dan jaringan internet.

Bahkan hebatnya, beberapa provider ojek online itu juga punya aplikasi pembayaran khusus, yang bisa digunakan untuk top up pulsa seluler, token listrik, bayar tagihan, dan sebagainya. Cashless.

Kadang saya berpikir, bagaimana sistem uang elektronik itu, ketika misalnya saya membeli 3 bungkus ayam geprek dengan total harga Rp30.000, namun dapat diskon 20%.

Tukang ojek membayar cash ke penjualnya senilai harga tertera, namun ketika pesanan sampai, kita membayarnya lebih murah.

Ketika berada di Malang atau Jogja, dan kebetulan mendapatkan diskon, kadang saya bertanya pada jasa ojek tersebut, apakah uang yang masuk juga sesuai harga normal?

Ternyata ada diskon langsung dari provider. Inilah yang barangkali membuat banyak orang makin kerasan menggunakan jasa ojek online, karena sering ada diskon atau potongan.

Sekarang, jika hendak membuka warung atau kedai makanan ringan, barangkali tak perlu menyewa ruko atau bangunan jika modal belum ada, cukup menggunakan gerobak atau etalase sederhana.

Atau, jika rumahnya dekat jalan raya, bisa memanfaatkan teras rumah. Cukup mendesainnya secara sederhana, dengan plang nama, lalu didaftarkan ke google maps dan aplikasi ojek online.

Ini bisa membuat produk lebih murah, karena memangkas harga sewa tempat, atau biaya lain seperti listrik dan air jika harus menyewa bangunan khusus.

Bahkan saya pernah mendapati sebuah etalase makanan ringan di sudut toko tempat fotocopy dan jual alat tulis, namun didatangi banyak pengemudi ojek online karena memenuhi pesanan pelanggan. Lokasinya pun beralamat sama dengan toko tersebut.

Juga penjual roti bakar yang alamatnya sama persis dengan bengkel motor. Hanya buka waktu sore dan malam, ketika bengkel tutup. Itupun lokasinya hanya di teras bengkel. Namun bisa memesan lewat aplikasi ojek online.

Jualan di era sekarang memang beda, apalagi di era ojek online. []

Teras Bahasa
Ahmad Fahrizal Aziz

Cari tulisan berdasar topik