Berawal dari Jamaah Binaan, Kini Jadi PCM yang Diperhitungkan



Mobil rombongan PDM Kabupaten Blitar tak beringsut di jalanan menanjak dan berlumpur, sementara hari sudah mulai gelap. Selepas hujan, medan jalanan yang masih makadam itu memang sangat licin, apalagi teksturnya tanah liat.

Beruntunglah, tak berselang lama ada dua orang lewat, bersepeda motor. Mereka adalah warga setempat. Mereka masuk ke desa dan kembali lagi dengan warga lainnya, gotong royong untuk mendorong mobil sampai melewati tanjakan.

"Ternyata itu sudah jadi kebiasaan di sana, kalau ada mobil mogok warga ramai-ramai membantu," kenang Zainal Arifin, Sekretaris PDM Kabupaten Blitar.

Lokasi tersebut berada di dusun Komplangan, Desa Ampelgading, Kecamatan Selorejo. Kecamatan paling timur di Kabupaten Blitar.

Di sana Muhammadiyah memiliki Jamaah binaan, yang dibina oleh PCM Doko. Pembinaan dipusatkan di salah satu Mushola di dusun Komplangan. Mushola itu sudah lama vakum, tak ada kegiatan. Muhammadiyah datang untuk meramaikan.

Selain diisi kajian KeIslaman secara rutin, juga ada kegiatan berbasis ekonomi. Dua tokoh yang berperan cukup aktif membina Jamaah di desa itu adalah Ingat Prastyo dan Mestamaji.

Tidak mudah menjalankan dakwah di sana, terlebih lokasi itu sangat terisolir. Bahkan di satu dusun Komplangan, dulunya hanya ada 20 kepala keluarga (KK).

Ketua PDM Kabupaten Blitar, Marmin Siswojo, atau yang lebih akrab disapa Pak Sis, secara khusus memberikan bantuan masing-masing satu kambing untuk setiap KK, agar diberdayakan dan menjadi tabungan keluarga.

"Seiring berjalannya waktu dakwah Muhammadiyah mulai dirasakan, ternyata Muhammadiyah tidak hanya mengisi kajian, tapi juga membantu perekonomian, mulailah warga bersimpati dengan Muhammadiyah," tutur Zainal Arifin.

Kegiatan tersebut berjalan cukup intensif, Aisyiyah sendiri memfokuskan kegiatan MAMPU dalam rangka pemberdayaan perempuan di sana. Bahkan dengan berani Aisyiyah memutuskan lokasi perayaan Miladnya di dusun tersebut, dan mengundang Bupati Blitar saat itu, Herry Nugroho.

Rencana itupun disampaikan ke Kepala Dusun Komplangan, mereka pun tak percaya, apa mungkin Bupati bersedia hadir? Sebab ternyata daerah tersebut belum pernah dikunjungi Bupati sama sekali.

Akhirnya, pihak dusun pun ikut bekerja keras mempersiapkan acara Milad Aisyiyah tersebut karena tahu Bupati akan datang. Tentu banyak yang mengira Bupati tak akan datang, apalagi karena lokasinya jauh di pelosok, dengan medan tempuh yang sulit.

Ternyata Bupati hadir bersama rombongan. Bupati Blitar, Herry Nugroho, tampak terkejut karena ternyata Muhammadiyah justru lebih dahulu menjangkau lokasi itu ketimbang Pemerintah Daerah sendiri.

Kalau tidak karena Muhammadiyah, belum tentu saya tahu lokasi dusun ini, Ucap Herry Nugroho dalam sambutannya.

Setelah kedatangan Bupati tersebut, menurut Zainal Arifin, kini kondisinya sudah lebih baik, lebih diperhatikan.

"Sekarang jalannya sudah diaspal, pasokan listrik juga tercukupi. Dulu itu listrik sangat terbatas, hanya lewat kabel-kabel panjang yang disambungkan ke rumah-rumah," terangnya.

Itu berarti dakwah Muhammadiyah sangat dirasakan di sana, hingga akhirnya berdiri PCM Selorejo pada 27 Oktober 2017, setelah sebelumnya berdiri Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Selorejo.

Menjadi PCM yang Diperhitungkan

PCM Selorejo kini menjadi PCM yang diperhitungkan, karena menjadi pilot project bisnis peternakan ayam oleh PDM Kabupaten Blitar, terutama ketika ketua PDM dijabat oleh Hidayaturrahman, sosok muda yang enerjik.

Sesuai visi misinya, ia mendorong agar amal usaha itu basisnya di setiap PCM. Artinya, setiap PCM memiliki Amal Usaha yang digunakan untuk membiayai dakwah di wilayahnya masing-masing.

Hidayaturrahman juga mendorong agar setiap PCM memiliki sosok-sosok yang cukup secara ekonomi, agar dakwah Muhammadiyah di PCM tersebut berjalan masif.

Beberapa tokoh Muhammadiyah sudah pernah berkunjung dan meninjau lokasi peternakan tersebut, di antaranya Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, dan Ketua PWM Jawa Timur, Saad Ibrahim.

Kenapa fokus ke peternakan ayam? Hidayaturahman menjelaskan bahwa bisnis ayam relatif sudah berhasil dijalankan, apalagi di kalangan Muhammadiyah Blitar. Sehingga menjalankannya lebih mudah.

Ketika PCM Selorejo berdiri, giat dakwahnya juga semakin masif. Selain agenda keagamaan, kegiatan sosial seperti bedah rumah dan santunan Anak Yatim juga sering digelar.

Saat ini, PCM Selorejo disamping mengelola kekuatan ekonomi, juga membangun pusat dakwah Muhammadiyah. Sebuah Mushola dan Lembaga Pendidikan tengah dipersiapkan.

Tak menyangka, PCM Selorejo yang awalnya hanya Jamaah Binaan, kini sudah menjelma menjadi PCM yang diperhitungkan dan menjadi pilot project AUM yang berbasis di Cabang, meskipun usianya masih sangat muda. []

Ditulis oleh Ahmad Fahrizal Aziz

0 Komentar

Cari tulisan berdasar topik